Jumat, 26 April 2013

Jenis Bunga Pinjaman KPR



Sebagian besar pembelian rumah di Indonesia dilakukan dengan fasilitas kredit pemilikan rumah (KPR). Namun, tidak banyak yang mengerti dengan istilah-istilah seputar KPR tersebut. Bahkan, tak jarang pengguna KPR bingung ketika hendak membeli rumah idamannya dengan skema cicilan ini. 
Dalam hal sistem bunga KPR, beberapa istilah pun terkadang muncul. Ada istilah sistem bunga flat dan anuitas atau bunga mengambang (floating) dan tetap (fixed). Karena itu, pahami dulu cara perhitungan bunganya untuk keempat istilah tersebut.
Bunga flat
Sistem perhitungan suku bunga menggunakan bunga flat mengacu pada pokok utang awal. Artinya, besarnya cicilan serta angsuran pokok berikut bunga cicilan tetap/sama (flat) selama periode kredit.
Misalnya, debitur A hendak membeli mobil seharga Rp 150 juta dengan uang muka 20 persen dan suku bunga 10 persen flat per tahun. Besar cicilan per bulan sejak awal akhir masa angsuran, nilai bunga yang mesti dibayar mengacu ke Rp 150 juta sebagai nilai awal utang pokok. Sekalipun masa angsuran tinggal enam bulan dan nilai utang pokok tinggal Rp 30 juta, bunga tetap dihitung dengan Rp 150 juta tadi sebagai acuan.
Adapun sistem bunga flat banyak diterapkan dalam penyaluran kredit barang-barang konsumtif, seperti elektronik, home appliances, kendaraan bermotor, atau kredit tanpa agunan (KTA).
Bunga efektif
Sistem bunga ini kebalikan dari sistem bunga flat. Porsi bunga dihitung berdasarkan utang pokok tersisa. Oleh karena itu, porsi bunga dan pokok dalam angsuran setiap bulan akan berbeda, meski besaran angsuran per bulannya tetap sama.
Contohnya, debitur B awalnya mendapat KPR dengan plafon Rp 150 juta. Di bulan pertama, bunga dihitung mengacu ke angka Rp 150 juta sebagai utang pokok. Setelah lima tahun, utang pokok itu tentu menurun, andaikanlah menjadi Rp 100 juta. Maka, besar bunga dihitung dengan pengalian bunga ke Rp 100 juta sebagai utang pokok yang tersisa, bukan ke Rp 150 juta tadi.
Sistem bunga efektif ini biasanya diterapkan untuk pinjaman jangka panjang, seperti KPR (kredit pemilikan rumah) atau kredit investasi.
Bunga fixed
Bunga tetap merupakan sifat bunga, bukan sistem perhitungan bunga. Dengan bunga tetap, tingkat bunga yang dikenakan ke debitur dipatok di angka tertentu. Nah, patokan tersebut lazim berlaku untuk jangka waktu tertentu.
Misalnya, kini bank penerbit KPR banyak menawarkan tingkat bunga di bawah 10 persen yang bersifat tetap untuk masa satu tahun. Ada yang 7 persen, ada pula yang 9 persen.
Bunga mengambang (floating)
Bunga floating juga bukan merupakan sistem perhitungan bunga, melainkan merupakan sifat bunga yang ditetapkan kepada debitur KPR. Dengan bunga floating, tingkat bunga yang dikenakan ke debitur tak tentu, berubah mengikuti tingkat bunga pasar. Bila kondisi ekonomi tengah apik dan bunga pasar rendah, bunga KPR bisa rendah, bisa di bawah 10 persen.
Sebaliknya, bila kondisi ekonomi tengah tak ramah dan bunga pasar naik, bunga KPR bisa pula naik, bisa di kisaran 14 persen. Saat krisis ekonomi dahsyat di tahun 1997-an, tingkat bunga KPR di atas 25 persen. (Hotmian Siahaan)

Rabu, 03 April 2013

Ini 5 Hal Yang Membuat Orang Tambah Gemuk

Kesuksesan seseorang menurunkan berat badan terkadang tidak diimbangi dengan kematangan mental yang baik. Tidak jarang setelah sukses menurunkan berat badan, orang tersebut akan cenderung merasa bebas dan kembali ke pola makan lama dan bahkan mulai jarang berolahraga.

Inilah yang kemudian membuat keberhasilan dietnya tidak berlangsung lama. Bahkan berat badan kembali naik dan bisa lebih banyak dari berat badan sebelum berdiet. Ada beberapa hal mendasar yang bisa menjadi penyebab keberhasilan diet Anda kembali menuju gaya hidup lama yang membuat berat badan Anda bertambah, seperti dilansir situs beritafitnes.com seperti:

Hilangnya Motivasi

Adalah hal yang wajar ketika Anda mulai menyimpang dari program diet Anda. Tetapi Anda seharusnya tidak membiarkan kesalahan terjadi terus-menerus. Selalu ada kesempatan untuk kembali pada jalur yang benar agar Anda dapat mengendalikan berat badan seperti yang diinginkan.

Satu kesalahan kecil saja tidak akan mempengaruhi program penurunan berat badan Anda, akan tetapi jika Anda tidak menjaga pola makan yang sehat maka kemungkinan besar Anda akan mengalami kenaikan berat badan. Jika terjadi, cobalah mengingat perjuangan Anda selama ini ketika melakukan diet Anda dan ingatkan kembali diri Anda setiap perubahan yang terjadi. Dengan memotivasi ulang diet Anda, maka akan mudah bagi Anda untuk kembali ke arah tujuan.

Tanpa Sadar Porsi Makan Bertambah

Banyak orang yang tidak menyadari bahwa porsi makannya semakin hari semakin meningkat dari biasanya sehingga asupan kalori bertambah. Untuk menjamin agar Anda tidak mengkonsumsi makanan yang mengandung terlalu banyak kalori, cobalah memantau secara berkala menu makanan Anda. Saat Anda telah menyadari dan menemukan kesalahan, segeralah untuk kembali fokus terhadap program diet Anda.

Gemar Ngemil Makanan Tinggi Kalori

Seringkali ada sisa makanan ketika makan bersama keluarga, atau pun teman, dan mereka meminta Anda untuk menghabiskannya. Makanan “tambahan” seperti ini tanpa disadari berkontribusi menghasilkan kalori tambahan yang merugikan. Jika Anda merasa kesulitan untuk memantau nutrisi Anda, cobalah untuk membuat jurnal yang berisi catatan makanan apa saja yang telah Anda makan dan hitunglah berapa kandungan nutrisinya.

Sering ‘Bocor’ di Akhir Pekan

Harus diakui bahwa diet adalah hal yang tidak mudah, apalagi jika kita harus menahan nafsu makan dan mengurangi makanan yang kita sukai, dan Anda merasa jika akhir pekan adalah kesempatan untuk berlibur dari diet. Ingatlah bahwa tingkat penurunan berat badan Anda haruslah tetap konstan dan pastikan Anda menjauhi makanan yang merugikan. Untuk mencegah hal ini, buatlah program menu makanan sehat yang menarik selama akhir pekan, ajaklah teman Anda ataupun keluarga untuk mendukung Anda.

Tidak Punya ‘Goal’ Lagi

Saat Anda merasa sudah berhasil menurunkan berat badan sebanyak beberapa kilogram, dan merasa lebih sehat, bugar, celana dan baju Anda menjadi kebesaran, mungkin Anda akan mulai lebih santai dalam melakukan program diet.   Padahal pandangan seperti ini malah akan merugikan Anda, bahkan yang terburuk mungkin berat badan Anda akan bertambah. Untuk membantu program penurunan berat badan, cobalah Anda membuat rencana pendek target apa saja yang ingin dicapai di setiap bulannya. Rencana ini membuat Anda untuk tetap fokus dan termotivasi untuk menurunkan berat badan.
sumber:republika.co.id